5 Alasan Seseorang Tetap Bertahan Meski Terus Tersakiti
Tentunya Kalian pernah melihat Orang yang sering disakiti, dikhianati, bahkan mendapatkan perlakuan jelek dari pasangannya. Atau bisa juga ada sobat yang sering bercerita perihal hal itu. Kesan terbelakang tampaknya begitu menempel dalam diri Orang yang tetap bertahan tapi terus disakiti.Setiap meminta saran dari Orang lain, selalu saja menyarankan untuk mengakhiri kekerabatan yang menyakitkan tersebut. Tapi itu tidak semudah menyerupai yang disarankan oleh beberapa Orang. Dalam diri Orang yang mengalami kondisi ini, sangat sulit sekali untuk pergi.
Padahal sudah banyak perlakuan jelek yang diterima. Dari hanya sekedar mengabaikan, menyakiti dengan kalimat, menyakiti dengan kesetiaan, hingga dengan tindakan fisik. Bahkan ada juga yang hingga sempat ditinggalkan namun tetap berusaha semoga kekerabatan kembali terjalin meski tersakiti. Ada beberapa alasan Seseorang melaksanakan ini. Alasan hingga menciptakan Mereka terlihat terbelakang lantaran terus bertahan dalam kekerabatan yang menyakitkan.
1. Ada keyakinan akan ada perubahan suatu ketika nanti
Sering sekali Orang yang tersakiti, mempunyai keyakinan bahwa pasangannya bisa berubah suatu ketika nanti. Memang perubahan menjadi lebih baik itu bisa dialami oleh semua Orang. Tapi kalau sudah terjadi berulang kali, perubahan itu akan sangat sulit terjadi. Bahkan hampir tidak akan pernah terjadi. Orang yang sudah terbiasa menyakiti dan tidak ada penyesalan yang bahwasanya dalam dirinya, cenderung hanya beberapa ketika memikirkan perasaan Orang yang mencintainya. Dia akan menuruti ego atau hawa nafsunya dan tidak ada kepedulian terhadap Orang yang mencintainya.Hal ini akan diperkuat dengan kondisi Dirinya dalam mempunyai kesempatan mendapatkan kebersamaan dan kemesraan dari Orang lain. Kaprikornus kalau ada yang mengalami keadaan ini, lebih baik berpikir lebih logis. Memang sakit sekali untuk menjauhi Orang yang dicintai, tapi akan lebih sakit kalau terus berada dalam kekerabatan yang penuh dengan penderitaan.
2. Sudah terbiasa dengan semuanya
Orang yang tetap bertahan dengan Orang yang menyakiti, disebabkan sudah terbiasa dengan sosok Orang yang terus menyakitinya. Karena rasa terbiasa itu, menciptakan Seseorang mengalami kesulitan dan tersiksa kalau harus menjauh. Karena meskipun sering sekali mencicipi yang namanya sakit hati, tapi didalam kekerabatan tersebut ada kenyamanan sendiri. Ada ketika dimana Seseorang bisa mendapatkan kenyamanan dari Orang yang sering menyakitinya. Ini memang terkesan tidak masuk akal, tapi kalau Kalian mengalami sendiri maka Kalian akan mengakui kalau hal ini benar adanya.
3. Tidak berani mendapatkan perubahan
Orang yang tetap bertahan meskipun terus tersakiti, bahwasanya tidak berani mendapatkan atau menghadapi perubahan bersama Orang lain. Kesulitan dalam mendapatkan perubahan inilah yang balasannya membuatnya menentukan untuk bertahan. Jika mencoba mencari pacar baru, tidak bisa menjadi penyelesaian lantaran tidak bisa mengikuti keadaan dengan pacar gres tersebut. Jika harus menentukan pergi terlebih dahulu, juga sulit mendapatkan perubahan. Jangankan hingga menjalani dan berusaha mencoba mengikuti keadaan dengan perubahan yang ada, hanya membayangkan saja banyak yang tidak mampu dan tentu tidak berani menghadapinya.
4. Tidak sadar dengan harga diri

Orang yang sadar akan harga diri dan tahu masih mempunyai harga diri, bisa membedakan keadaan menyerupai apa untuk tetap bertahan. Dan kalau merasa disakiti beberapa kali, Seseorang bisa menentukan untuk pergi daripada harga dirinya dipertaruhkan.
Tapi sayangnya Orang yang sudah terbutakan oleh perasaan sendiri, sudah tidak lagi sadar akan harga diri. Tidak akan merasa aib untuk mengemis cinta bahkan memohon semoga tidak ditinggalkan. Orang yang tetap bertahan meskipun tersakiti, merasa bahwa lebih baik mendapatkan semua hal termasuk hal menyakitkan daripada tidak mendapatkan sama sekali dari Orang yang dicintai.
5. Tidak percaya diri
Orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri, akan merasa tidak bisa mendapatkan Orang yang bisa memperlihatkan kenyamanan yang sama. Meskipun kenyamanan diantara hal-hal yang selalu menyakitkan. Orang yang sering tersakiti tapi tetap bertahan, sering tidak sadar bahwa kebebasan yang diimbangi dengan perbaikan kualitas diri, bisa membuatnya mendapatkan lebih dari yang ada sekarang. Untuk itu, ada saran bagi kalian semoga tidak terjebak dalam kekerabatan ini, yaitu dengan meningkatkan rasa percaya diri dengan terus memperbaiki kualitas diri. Semoga bermanfaat.
Comments
Post a Comment