7 Kemungkinan Yang Akan Terjadi Di Era Renta Kita

 Kalian terpikir perihal kehidupan di masa bau tanah nanti 7 Kemungkinan Yang Akan Terjadi Di Masa Tua Kita
Pernah tidak, Kalian terpikir perihal kehidupan di masa bau tanah nanti. Sepertinya jarang yang berpikir hingga sejauh itu. Jangankan hingga masa tua, kehidupan 5 tahun lagi saja belum tentu terpikir sekarang. Yang ada, ketika ini masih menikmati kesenangan dalam usia muda. Atau mungkin justru kini lagi gundah alasannya ialah tidak laku-laku atau terus tersakiti. Hehehe.

Lupakan sejenak perihal kebahagiaan Kamu kini atau mungkin penderitaan Kamu ketika ini. Kita melihat dulu masa depan. Tepatnya masa mendatang ketika Kita sudah bau tanah nanti. Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa bau tanah Kita.

1. Anak cucu dan Kita bernasib sama. Penguasaan terhadap tambang dan berdirinya perusahaan besar yang dikuasai elite global di Negara Kita, ditambah lagi banyaknya tenaga abnormal yang masuk, membuat anak cucu Kita kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dalam proses seleksi begitu ketat dan harus mempunyai pengetahuan serta skill yang jauh diatas rata-rata. Dibawah itu, anak cucu Kita tidak akan mendapatkan pekerjaan. Banyaknya pengangguran membuat banyak Orang menentukan wirausaha. Tapi alasannya ialah banyaknya wirausaha hasilnya persaingan sangat kuat. Modal sebesar apapun akan sangat gampang hancur oleh persaingan.

Anak cucu Kita akan mengalami kondisi tersulit. Krisis melanda dan hasilnya tidak bisa untuk merawat Kita di usia tua. Jangankan untuk mengurusi Kita, untuk mengurusi diri sendiri saja susah. Hingga hasilnya Kita harus hidup dalam kemandirian di usia tua. Tabungan sudah banyak terpakai, warisan yang sudah Kita berikan tentu tidak akan bisa diambil kembali. Justru bisa saja semua sudah habis untuk menutup kebutuhan yang ada. Mau tidak mau, Kita harus bekerja keras dengan hasil yang tidak seberapa untuk bertahan hidup. Lemah harus berusaha kuat, sakit harus ditahan, alasannya ialah kalau tidak begitu, diri Kita tidak akan dipergunakan untuk bekerja kembali. Jika Kita menentukan wirausaha, modal besar laba kecil. Jika ada kebutuhan tidak terduga, sudah niscaya akan mengikis modal Kita. Itu akan membuat usaha Kita semakin kecil. Masa pensiun hasilnya terpaksa dihabiskan dengan bekerja untuk bertahan hidup.

2. Hidup sendiri. Kita punya anak cucu dan Mereka mempunyai kehidupan sendiri. Karena tuntutan pekerjaan atau keadaan, membuat Mereka tinggal jauh. Kita di masa tua akan hidup sendiri alasannya ialah pasangan Kita sudah meninggal lebih dulu. Sehari-hari hanya mengharapkan adanya kebersamaan dalam Keluarga lagi, tapi itu tidak mungkin. Dan Kita hanya bisa berbaur dan mengikuti keadaan dengan tetangga atau siapapun yang kesehariannya terlibat dalam kehidupan Kita. Ini bisa terjadi kalau dalam duduk masalah pekerjaan anak dituntut tinggal jauh dari Kita. Anak-anak Kita tidak mempunyai kemampuan cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan pekerjaan yang ada disekitar Kita. Atau Anak-anak Kita tidak bisa membuat usaha yang bisa dijalankan di Rumah.

3. Ikut anak cucu tapi korban perasaan. Masih ada anak yang tinggal bersama Kita, dari segi bahan sudah bisa dikatakan cukup. Tapi anak begitu keras dan sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Apapun yang Kita lakukan bahkan sekedar saran untuk Mereka, selalu dianggap salah. Kita tahu ini ada perbedaan dalam rujukan pikir, tapi rasanya sulit untuk mengikuti keadaan dengan rujukan pikir Mereka. Ini bisa terjadi kalau Kita kurang sabar dalam mendidik anak. Kurangnya pendidikan moral, penerapan pendidikan yang salah, dan bisa juga alasannya ialah kurangnya pendidikan rohani atau agama.

4. Berakhir di panti jompo. Kita dianggap merepotkan. Anak cucu ada tapi tidak sanggup mengurus Kita alasannya ialah alasan kesibukan. Sehingga Mereka lebih menentukan untuk menempatkan Kita di panti jompo. Rasanya tidak masalah, tapi Kita sesungguhnya selalu rindu dengan Mereka. Hingga akhirnya, Kita hanya bisa mendapatkan itu dan berusaha mengikuti keadaan serta menganggap Orang-orang di panti jompo ialah Keluarga Kita.

5. Hanya bisa berbaring. Kita hanya bisa berbaring dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak tahu lagi siapa yang merawat Kita. Ini bisa saja terjadi kalau dari kini Kita mengabaikan gaya hidup sehat. Kita terlalu terbuai dengan kesenangan dan fasilitas yang ada sekarang.

6. Hidup bersama anak cucu dan dirawat dengan baik. Anak-anak sudah mapan dan cukup untuk urusan materi. Mereka begitu memperhatikan Kita dan bisa merawat dengan baik penuh kasih sayang. Ini membahagiakan, dan hanya bisa terjadi kalau Kita benar dan sempurna dalam mendidik anak. Karena usaha Kita ketika bawah umur masih kecil, pada hasilnya mengakibatkan anak yang baik dan penuh kasih sayang ketika kita di usia bau tanah nanti.

7. Tidak laris atau jadi janda/duda seumur hidup tanpa anak. Menjadi jomblo terus menerus alasannya ialah tidak laku-laku sehingga membuat Kita tidak mempunyai anak. Atau bisa juga berhasil menikah kemudian tidak mempunyai anak hingga hasilnya ditinggal pergi atau ditinggal mati pasangan. Jika begini, garis keturunan Kita lenyap dan tidak ada lagi dongeng perihal Kita kalau Kita bukan Orang penting yang akan dikenang. Ngeri ya.

Itu dulu kemungkinan yang akan terjadi dimasa bau tanah Kita nanti. Masih banyak lagi kemungkinan lain dan tentu saja tidak akan selesai kalau ditulis disini. Intinya, menyerupai apapun kondisi Kita di masa bau tanah nanti, itu ialah hasil dari apa yang Kita lakukan dan Kita perjuangkan dimasa lalu.

Comments

Popular posts from this blog

10 Sosok Pasangan Yang Niscaya Kau Rindukan Di Abad Depan

Ekspektasi Vs Realita Di Media Umum (Cowok)

Cara Paling Ampuh Atasi Tetangga Tukang Gosip